102 Orang Cek Covid-19 ke Wisma Atlet, 71 Dirawat

102 Orang Cek Covid-19 ke Wisma Atlet, 71 Dirawat

102 Orang Cek Covid-19 ke Wisma Atlet, 71 Dirawat

102 Orang Cek Covid-19 ke Wisma Atlet, 71 Dirawat
102 Orang Cek Covid-19 ke Wisma Atlet, 71 Dirawat

Bursametronews.com – 102 Orang Cek Covid-19 ke Wisma Atlet, 71 Dirawat. Sebanyak 71 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Data tersebut per Selasa 24 Maret siang.

Ketua Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan sejak dibuka pada Senin (23/3) sore, sebanyak 102 pasien sudah mendaftarkan diri untuk dirawat di Wisma Altlet, dengan rincian 71 dirawat di Wisma Atlet dan 31 orang lainnya dipulangkan karena didiagnosa dalam keadaan sehat.

“Kemudian yang dipulangkan sebanyak 31 orang, menurut data yang berhasil dihimpun petugas mereka dalam kondisi sehat,” jelas Doni.

Wisma Atlet diresmikan sebagai RS Darurat Covid-19 pada Senin (23/3) oleh Presiden Jokowi. RS darurat Wisma Atlet memiliki kapasitas untuk keseluruhan sebanyak 12 ribu orang. Namun untuk tahap pertama, jumlah kapasitas di Wisma Atlet yang akan disiapkan sebanyak 3.000 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto sebelumnya menekankan Rumah Sakit Darurat di Wisma Atlet Kemayoran diperuntukkan bagi pasien positif Covid-19 yang telah diperiksa melalui metode pemeriksaan antigen (polymerase chain reaction/ PCR).

“Pemerintah hanya akan merawat kasus-kasus positif yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan antigen.

Sementara, Kementerian BUMN menjelaskan pasien positif Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet adalah pasien dengan gejala sedang. Sedangkan pasien dengan gejala ringan, dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Nanti begini metodenya, orang-orang yang dinyatakan positif tetapi masih sehat (tidak menunjukkan gejala penyakit, red), mereka bisa isolasi di rumah.

Namun, yang agak parah tetapi bisa dikondisikan masuk Wisma Atlet. (Pasien) yang parah sekali masuk RS Pertamina Jaya,” kata Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga lewat sesi jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, langkah itu perlu dilakukan karena tenaga medis dan fasilitas laboratorium masih terbatas apabila nantinya jumlah pasien mencapai 8.000 orang -angka tertinggi yang diprediksi sejumlah penelitian.

di tulis oleh : JO Bursametronews

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *