Pendidikan Seksual Sejak Dini Cegah Perilaku Seks Bebas Saat Remaja

Cegah Perilaku Seks Bebas Saat Remaja

Cegah Perilaku Seks Bebas Saat Remaja

Pendidikan Seksual Sejak Dini Cegah Perilaku Seks Bebas Saat Remaja

BURSAMETRONEWSCegah Perilaku Seks Bebas Saat Remaja, Pendidikan seksual disarankan telah diajarkan sejak masih masa anak-anak. Namun yang perlu diperhatikan bahwa edukasi lebih mengajarkan tentang alat reproduksi setiap manusia.

“Sexual education bukan mengajarkan anak tentang seks. Tapi bagaimana alat reproduksi kita bekerja sejak lahir sampai kita dewasa nanti. Bukan hanya laki-laki, tapi juga perempuan,” kata Komisioner Komnas PerempuanĀ  dalam acara Perayaan Hari Perempuan Internasional di Tribeca Park

Menurut , edukasi seksual sejak dini dapat mencegah terjadinya seks bebas saat remaja. Karena itu, orangtua berperan penting mengajarkan hal tersebut.

mengingatkan, jangan sampai anak justru penasaran sendiri dan dibiarkan mengetahui dari lingkungan luar.

“Ini risikonya karena relasi pribadi. Maka mereka tahu bagaimana harus membatasi diri dan belajar bilang iya atau tidak,” ucapnya.

Hal senada juga disampaikan dokter spesialis kebidanan dan kandungan

Ia menyarankan sebaiknya pendidikan seksual diajarkan sejak sekolah dasar atau bahkan PAUD

“Tinggal bagaimana bahasanya disesuaikan. PAUD itu bisa lewat kartun

Mempunyai dua kehidupan
Pendidikan kesehatan reproduksi memiliki peran penting dalam penurunan angka pernikahan dini. Hal ini dikatakan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional

mengatakan pendidikan kesehatan reproduksi diajarkan kepada perempuan dan laki-laki di sekolah serta kampus guna membangkitkan kesadaran pencegahan perilaku seks bebas, di luar nikah, serta pernikahan dini.

“Konsep pembekalan pendidikan seperti ini prinsipnya adalah mengisi otaknya mengubah pandangannya, kemudian akhirnya mengubah perilakunya,”

Ia mengemukakan pentingnya pengetahuan mendalam dan wawasan luas terkait dengan kesehatan reproduksi, baik bagi anak perempuan maupun lak-laki, melalui pendidikan di sekolah dan kampus.

Menurut dia, banyak materi kesehatan reproduksi yang wajib dan menjadi hak untuk diketahui oleh perempuan dan laki-laki.

Jika mereka tahu, dia mengharapkan mengerti batasan-batasan untuk tidak melanggar nilai moral dan mencegah gangguan kesehatan reproduksi.

Pendidikan kesehatan reproduksi tersebut, berisikan materi-materi, seperti proses reproduksi di mana manusia diciptakan dengan cepat melalui pertemuan antara sel telur dan sperma sehingga jika perempuan telat menstruasi satu bulan dan hamil, tidak boleh melakukan aborsi.

By : HARI

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *