Lebih Canggih dari Pesawat Asing, Pesawat “Nurtanio” N219 Karya Anak Bangsa

Lebih Canggih dari Pesawat Asing, Pesawat “Nurtanio” N219 Karya Anak Bangsa

Lebih Canggih dari Pesawat Asing, Pesawat "Nurtanio" N219 Karya Anak Bangsa
Lebih Canggih dari Pesawat Asing, Pesawat “Nurtanio” N219 Karya Anak Bangsa

Lebih Canggih dari Pesawat Asing, Pesawat “Nurtanio” N219 Karya Anak BangsaPesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) diberi nama Nurtanio oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). N219 menyimpan kecanggihan luar biasa, bahkan lebih baik dari pesawat sejenis buatan asing.

N219 merupakan pesawat dengan kapasitas 19 seat dengan bermesin baling-baling (propeller) dengan jenis Hartzell 4-Blade Metal Propeller. Dengan jenis ini maka pesawat mampu mendarat di landasan (runway) yang hanya memiliki panjang 600 meter.

“Dengan begitu, maka memang pesawat ini diperuntukkan menjangkau wilayah terpencil di Indonesia,” kata Deputi Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, beberapa waktu lalu pada

Pesawat N219 bisa digunakan untuk mengangkut penumpang sipil, angkutan militer, angkutan barang atau kargo, evakuasi medis, hingga bantuan saat bencana alam.

Pesawat sejenis yang menjadi pesaing N219 saat ini adalah Twin Otter DHC-6 yang berasal dari Kanada. Dibandingkan Twin Otter, peseawat , pesawat N219 memiliki model lebih modern dan harganya lebih murah.

Efisiensi ini didapatkan karena sistem pesawat ini telah menggunakan sistem terbaru yang digunakan pesawat-pesawat saat ini, sehingga suku cadangnya juga mudah didapatkan.

Pesawat N219 mampu mengangkut beban hingga 7.030 kilogram (kg) saat take off dan 6.940 kg saat mendarat. Kecepatan pesawat N219 bisa mencapai 210 knot dengan kecepatan ekonomisnya 190 knot.

Seperti yang dilaporkan bursametronews di kabin pilot, N219 sudah menerapkan Garmin G-1000 dengan Flight Management System yang ada di dalamnya terdapat GLobal Positioning System (GPS), sistem autopilot dan sistem peringatan bahaya penerbangan.

Kelebihan lain dari N219 ini juga mampu dimodifikasi menjadi pesawat angkut amfibi, dimana bisa mendarat di laut. Ini diklaim akan menopang wisata bahari di Indonesia.

Jokowi berharap, setelah diresmikan selanjutnya proses bisnis harus bisa dilaksanakan. “Harus bisa dipasarkan harus bisa masuk komersial dunia,” kata Jokowi di Pangkalan TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat 10/11/2017)

Di Tulis Oleh : EVI

Random Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*