Mitos Seks yang Tak Perlu Kamu Percaya

Mitos Seks yang Tak Perlu Kamu Percaya

Bursa Metro News –  Mitos Seks yang Tak Perlu Kamu Percaya , sesuatu yang tabu, dan sesuatu yang pada akhirnya akan diketahui dengan sendirinya. Karena inilah banyak remaja kita yang malah terjerumus pada hubungan seksual berbahaya karena mereka nggak punya pengetahuan yang cukup tentang proses reproduksi.

Nggak heran juga saat kemudian muncuk mitos-mitos tentang hubungan seksual yang bisa jadi masih kita percayai sampai saat ini. Meskipun saat ini kamu belum aktif secara seksual, hal-hal di bawah ini wajib kamu ketahui!

Keperawanan hanya dapat dilihat dari tes kedokteran bukan dari cara berjalan

Masih banyak lagi katanya-katanya lain yang mengatakan bahwa seolah-olah kita bisa menentukan perempuan perawan atau nggak hanya dalam sekali lihat. Entah itu dari cara jalan ataupun bentuk organ-organ tubuh lain. Ini jelas nggak ada dasar ilmiahnya. Sejauh yang hipwee tahu, untuk mengetahui apakah seorang perempuan sudah pernah melakukan hubungan seksual atau belum, hanya bisa dilakukan dengan melakukan tes keperawanan.

Selama ini tes keperawanan dilakukan dengan melihat bentuk selaput dara (hymen). Jika selaput dara robek, biasanya perempuan dianggap tidak perawan. Selain itu, bisa juga tes keperawanan dilakukan dengan melihat renggang/tidaknya vagina. Jika renggang, tentunya dianggap tidak perawan. Tapi sebenarnya, robeknya selaput dara bisa terjadi karena banyak hal, yang tidak selalu berhubungan dengan kegiatan seksual. Jadi, tes keperawanan sebenarnya tidak bisa juga dijadikan dasar valid apakah seseorang perawan atau nggak.

Berdarah atau Tidak saat malam pertama tidak membuktikan selaput daramu masih perawan Selaput dara adalah selaput tipis yang dapat robek karena gerakan senam terbentur atau alasan medis

Teruuus, mitos yang paling populer ini juga masih dipercaya sampai saat ini. Bahwa harus terjadi pertumpahan darah di malam pertama, untuk membuktikan bahwa sang istri masih perawan. Darah yang keluar adalah bukti dari selaput dara yang robek untuk pertama kalinya. Kalau nggak berdarah, berarti selaput daranya sudah pernah robek sebelumnya, berarti nggak perawan 🙁

Huss…mulai sekarang berhenti mempercayai hal ini. Selaput dara atau hymen adalah lapisan tipis yang melintang menutupi mulut vagina. Kondisi selaput dara setiap orang berbeda-beda, terutama tingkat elastisitasnya. Robeknya selaput dara bisa terjadi karena aktivitas berat seperti olahraga, kecelakaan, dan bahkan pemeriksaan seksual. Bahkan pada anak-anak dan remaja yang cendeurng aktif, robeknya selaput dara adalah hal yang biasa dan bisa pulih kembali. Sebaliknya, ada pula selaput dara yang tingkat elastisitasnya tinggi sehingga setelah terjadi penetrasi, selaput dara akan menutup vagina lagi.

Katanya kondom membuat hubungan seksual kurang memuaskan. Tapi tahukah kamu bahwa kondom selain mencegah kehamilan juga demi keamanan kesehatan

Kondom adalah alat kontrasepsi adalah penemuan manusia untuk mencegah kehamilan. Tapi saat ini banyak laki-laki yang nggak mau menggunakan kondom dengana alasan hubungan seks akan kurang memuaskan. Duh duh, padahal selain mencegah kehamilan, kondom juga berfungsi untuk mencegah penularan penyakit seksual. Iya sih, meski pakai kondom, nggak berarti 100% aman. Tapi daripada tidak ada sama sekali, lebih baik ada pencegahan kan? Untuk pilihan aman sih, ya lakukan hubungan seksual yang aman. Yaitu dengan pasangan halal setelah turun dari pelaminan. Jangan melakukan hubungan seks secara sembarangan, karena penyakit menular seksual itu memang nyata adanya. Tapi bukan berarti setelah menikah, kamu nggak perlu pakai kondom lagi. Sekali lagi, memakai kondom untuk alasan keamanan. Dan bakteri penyakit seksual nggak akan melihat buku atau cincin nikah. Demi keamananmu dan pasangan, memakai kondom saat berhubungan seksual adalah pilihan yang bijak

Tapi ada juga yang sampai memakai kondom 2 lapis Tidak perlu begitu karena memakai 2 kondom sekaligus justru berpotensi bocor lebih besar

Memakai kondom saat berhubungan seksual memang menimbulkan situasi yang lebih aman untuk mencegah kehamilan ataupun penularan penyakit seksual. Tapi bukan berarti men-dobel kondom sekaligus akan menghasilkan keamanan yang dua kali lipat juga. Memakai dua kondom sekaligus justru berbahaya, karena gesekan antar lateks (bahan kondom) akan memicu kerusakan kondom yang digunakan. Kondom rusak, berarti bocor. Kondom bocor, berarti risiko kehamilan dan penularan penyakit seksual meningkat

 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *