Sambut Olimpiade Tokyo 2020

Sambut Olimpiade Tokyo 2020Produsen kondom di Jepang melihat peluang emas untuk memamerkan produk ultra tipisnya, yang diklaim paling mustahir, menjelang penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020.

Selama Bertahun – tahun, ratusan ribu kondom telah di distribusikan secara gratis kepada para atlat yang berlaga di Olimpiade, sebagai upaya untuk mendorong aktivitas seks yang aman di antara para olahragawan.

Dilansir dari South China Morning Post pada jumat Lalu, Produsen kondom di jepang berharap Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi kesempatan baik, untuk memperkenalkan inovasi andalan mereka yakni Kondom ultra tipis dengan tebal 0,01 mm.

Kondom yang terlihat melekat erat pada kulit itu terbuat dari poliuretan, sebuah material non – lateks generasi baru yang di sebut mampu meminimalisir resiko alergi hingga 70 persen.

“Hanya perusahaan Jepang yang sekarang memproduksi Kondom setipis 0,01 – 0,02 mm, ” kata Hiroshi Yamashita, Manager senior dan juru bicara di Sagami Rubber Industries, produsen kondom terkait.

Menurut Yamashita, produksi yang menguji ketahanan terhadap gesekan memghasilkan bunyi yang rendah, berirama, dan tidak sedikitpun mengalami lecet.

konon, hasil pengujian menunjukan bahwa kondom ini mampu menahan gesekan hingga 100 ribu tekanan, yang merupakan batas tertinggi dalam pengujian alat kontrasepsi.
konon Katanya.

Di Jepang, Kondom Lebih Populer dari Pil KB

Kondom Telah lama menjadi metode kontrasepsi yang paling populer di Jepang, di bandingkan dengan Pil KB, yang konon tidak tersedia di pasar lokal hingga tahun 1999.

Tetapi produsen kondom Jepang saat ini tertinggal di belakang lawan internasional, dengan Durex inggris dan Trojan dari Amerika Serikat memimpin di puncak.

Sebanyak 40.7 persen pria di Jepang menggunakan kondom dalam aktivitas seks mereka. Hal ini,  menurut survei WHO, merupakan jumlah pengunaan terbesar ketiga di dunia, dan terbesar di Asia.

Ditingkat retail, beragam varian kondom dapat mudah di temui di banyak tempat di Jepang. Beberapa di antaranya, Bahkan dalam bentuk unik, yang sulit di temukan ditempat lain.

Imbauan penggunaan kondom juga di perhatikan dengan serius oleh pemerintah, terutama jika menyasar kepada sektor prostitusi dan industri film biru.

Disana, industri esek – esek mewajibkan pelakunya untuk menggunakan kondom. jika ketahuan melanggar, maka pemerintah berhak memberikan sanksi berupa denda, atau pencabutan izin operational.

Aturan ini terdengar unik karena industri esek – esek adalah hal tabu bagi masyarakat Jepang, dan tidak memiliki payung hukum, kecuali izin operational dengan dalih sebagi pelaku bisnis hiburan.

Meski begitu, tingat pemerintahan terhadap industri ini cukup tinggi, yang juga secara tidak langsung, mendorong tingginya angka penggunaan kondom.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *