TEMPAT WISATA BIMA NUSA TENGGARA BARAT

TEMPAT WISATA BIMA NUSA TENGGARA BARAT

Bursa Metro News –  Tempat wisata bima nusa tenggara barat tidak kalah dari Bali dan Banyak pesona alam tersembunyi yang belum terlalu populer di kalangan wisatawan nasional. Padahal, sebagaimana Pulau Moyo, wisata Sumbawa cukup menuai perhatian wisatawan mancanegara.

Setelah Indonesia ditetapkan sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia 2019 oleh standar Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, Kementerian Pariwisata semakin gencar dalam mempromosikan wisata Lombok dan Sumbawa (Kedaulatan Rakyat). Hal ini dikarenakan Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu branding wisata halal Indonesia yang terbaik. Keindahan alam yang asri, tradisi yang berakar kuat, dan pengalaman berwisata yang menantang adrenalin. Semuanya ada di Bima dan sekitarnya. Berikut wisata Bima yang harus kamu tahu.

Petualangan Menaklukkan Gunung Tambora

Festival Pesona Tambora menggambarkan kedekatan masyarakat dengan Gunung Tambora. Setelah meletus dengan dahsyat pada tahun 1815, Gunung Tambora menyisakan kekayaan alam yang berlimpah dan tentu saja, pemandangan yang luar biasa indah. Gunung Tambora dikenal sebagai “the greatest crater in Indonesia” karena memiliki kawah berdiameter kurang lebih 7 km dengan luas sekitar 16 km. Buat kamu yang hobi menjelajah gunung-gunung di Indonesia, rute ini bisa jadi rute pendakian berikutnya, nih!

mengejar matahari terbit di puncak Tambora

Para pendaki umumnya tidak mengejar matahari terbit di puncak Tambora, melainkan matahari terbenam. Mereka biasanya berangkat jam sembilan pagi dengan menggunakan kendaraan offroad. Lalu melanjutkan berjalan kaki dari pos 5 ke puncak selama kurang lebih dua jam. Dalam perjalanan, kamu akan dihibur oleh hamparan padang rumput sabana Doro Ncanga. Sapi, kerbau, dan kuda ternak dibiarkan bebas mencari makan di sini. Sungguh menyegarkan mata, apalagi kalau kamu terbiasa bekerja berjam-jam di hadapan laptop.

Pulau Sangeang yang Menantang

Ingin menaklukkan gunung berapi aktif yang lain? Menyeberanglah ke Pulau Sangeang yang tidak berpenghuni. Gunung Sangeang Api yang memiliki dua puncak yaitu Doro Api (1,949 mdpl) dan Doro Mantoi (1,795 mdpl) ini, memang berstatus siaga aktif. Bahkan, gunung ini terakhir meletus pada tahun 2014. Makanya, masyarakat diimbau tidak tinggal di pulau ini secara permanen.

Membelah Lautan di Pantai Lariti

Pernah bermimpi untuk berjalan di atas laut? Di Pantai Lariti, ada gundukan pasir putih yang membelah lautan antara pantai dengan pulau kecil di seberang. Uniknya, tidak ada patokan khusus mengenai kapan ‘jalan’ tersebut akan muncul. Meski demikian, masyarakat lokal terus berdatangan untuk menikmati indahnya Pantai Lariti.

Memandang Bima dari Ketinggian di Bukit Matompo

Tujuan wisata ini mengingatkanmu dengan Bukit Campuhan di Ubud, ya kan? Dari atas bukit setinggi 100 meter ini, kamu akan terhibur dengan pemandangan laut, padang rumput yang hijau, dan Gunung Tambora di kejauhan. Pantas saja anak muda senang menghabiskan sore hari di Bukit Matompo. Suasananya memang adem banget!

Pantai Labangka yang Mengagumkan

Nama Labangka sebenarnya merujuk kepada kecamatan yang terletak di sebelah timur Kabupaten Sumbawa. Jika kamu menghabiskan satu hari di sini, kamu bisa mengunjungi pantai-pantai yang berdekatan, antara lain Pantai Dewa, Pantai Lepu/Leppu, Pantai Sedudu, dan Pantai Sebekil. Semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu belum banyak diketahui oleh wisatawan dari luar Sumbawa! Maka dari itu, pantai-pantai ini masih sangat bersih dan alami.

Pulau Kelapa yang Eksotis

Mencari destinasi wisata lain di seputar Bima untuk kamu eksplorasi? Pergilah ke timur pulau menuju daerah bernama Lambu. Wilayah ini memang lebih dikenal dengan pertambangan emas dan ladang bawang. Namun, ada permata tersembunyi yang memikat hati. Salah satunya adalah Pulau Kelapa. Kamu bisa menyeberang ke pulau tersebut melalui dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Sape.

Pulau Ular yang Mencekam

Kalau kamu tidak takut ular, cobalah mengunjungi Pulau Ular. Pulau yang berada di selatan Pulau Sangeang ini memang kecil dan tidak dihuni oleh manusia. ‘Penduduk’ pulau ini adalah ribuan spesies ular berbisa dengan warna dan motif unik. Sebagian ahli mengatakan bahwa ular-ular tersebut berbisa, namun hal ini tidak mengurangi animo pengunjung untuk menyentuh atau berfoto bersama para ular.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *